Tips Memilih Bouncer Bayi

Tips Memilih Bouncer Bayi

Salah satu perlengkapan bayi yang dirasa perlu untuk dimiliki oleh setiap bunda yaitu bouncer bayi. Bouncer bayi dianggap efektif untuk membuat bayi jauh lebih tenang serta dapat membantu bayi tersebut bisa tidur lebih cepat. Hal itu dikarenakan gerakan mengayun yang dilakukan secara perlahan akan membuat bayi seolah-olah tengah berada dalam gendongan ibunya.

Bayi akan merasa lebih tenang ketika menatap wajah Ibu mereka ketika mengayun pelan bouncer. Untuk lebih mengetahui lagi bagaimana tips untuk memilih bouncer bayi, maka kita perlu membaca ulasan di bawah ini hingga tuntas.
 

Bagaimana Tips dalam Memilih Bouncer Bayi?


Saat bayi telah mulai menginjak usia 3 bulan, maka saat itulah si bayi akan lebih aktif serta senang sekali mengamati benda yang ada disekitarnya. Disinilah kita bisa memakai musik ataupun mainan yang disediakan di beberapa model bouncer. Ajak bayi kita bermain menggunakan boneka yang tergantung pada bouncer guna menstimulasi mata serta saraf motoriknya.

Adapun manfaat baby bouncer tersebut untuk kita yaitu meringankan tugas dalam merawat si bayi. Dengan meletakkan bayi tersebut di bouncer, maka kita pun dapat melakukan aktivitas lain seperti contohnya memasak, membereskan rumah, mandi dan makan.

Namun dalam memilih bouncer memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Hal itu supaya nantinya bayi kita bisa memperoleh manfaat maksimal dari penggunaannya. Kita dapat memilih tipe bouncer yang mempunyai fitur tertentu. Sehingga nantinya bisa dipakai dalam jangka waktu yang cukup panjang. Berikut ini adalah tips dalam memilih bouncer yang tepat bagi anak saya.

Saya juga pilih bouncer bayi yang memiliki rangka yang kuat dan juga kokoh. Nantinya saya dapat memastikan dengan cara meletakkan bouncer tersebut di lantai. Jika bouncer tidak bergeser ketika mode ayun atau getar di nyalakan, maka itu artinya bouncer tersebut memang aman untuk dipakai.

Terdapat dua jenis bouncer bayi yang nantinya bisa kita pilih, yaitu bouncer manual dan bouncer elektrik. Masing-masing dari jenis bouncer tersebut tentunya mempunyai keunggulan yang berbeda-beda. Untuk bouncer elektrik jauh lebih praktis karena dapat mengayun secara otomatis dan memakai baterai maupun listrik. Sementara untuk bouncer manual, nantinya kita harus menggoyangkan bouncer menggunakan tangan supaya si kecil merasa tengah diayun. Sekalipun demikian, bouncer manual cenderung terasa lebih ringan, sehingga mudah dipindahkan dan di sini harganya pun jauh lebih murah jika dibanding bouncer dengan tipe elektrik.

Lakukan cek posisi sandaran dari bouncer. Jika bouncer tersebut akan dipakai bagi bayi yang baru saja lahir, maka kita harus memastikan sandaran bouncer bisa diatur, sehingga posisi rebahan, seperti tempat tidur. Posisi yang paling nyaman untuk sandaran bouncer yaitu tidak terlalu tegak atau kaku, sehingga hal tersebut akan beresiko dalam mengganggu proses pertumbuhan tulang belakang dari si bayi.

Pastikan bouncer yang kita pilih mempunyai sebuah pengaman yang cukup kuat serta mampu mengunci bagian tubuh bayi, yaitu area selangkangan dan pinggang. Untuk model bouncer tertentu beberapa juga dilengkapi sabuk pengaman di bagian bahunya. Sabuk pengaman tersebut adalah elemen penting yang perlu untuk saya perhatikan supaya bayi kita aman. Pastikan kita memilih tempat duduk bouncer bayi yang benar-benar empuk serta terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat serta tidak panas. Bahan cover bouncer yang buruk nantinya hanya akan mengakibatkan kulit bayi mengalami iritasi.

Komentar