Ibu Jangan Marah, ya!

Posting Komentar
Mommy Jangan Marah, ya!

Hayooo di sini siapa yang pernah marah sama anak? Hmm, saya yakin hampir semua orang tua pernah kesel dan marah sama anaknya. Cuma memang cara pengungkapannya berbeda-beda. Saya pun sama, bukan orang tua super. Marah ke anak ya pernah pasti, walau habis itu nyesal nangis bombay. 

Tapi bagaimana pun, saya tetap berusaha agar tidak marah sama anak. Ini untuk menjaga agar tidak sampai ada kenangan buruk di masa depan. Apalagi pada anak balita yang lagi lucu-lucunya. Saking lucunya ya apa saja keinginannya kudu terus diikuti. Tapi kan tidak semua kemauan anak bisa diikuti, ada kalanya saya sebagai orang tua hanya bisa memberikan jeda untuk mengabulkannya. Kapan? Entah yaaaa waktunya, tergantung sikon.

Mau anak nangis guling-guling pun kalau saya belum bisa mewujudkan ya mau gimana lagi. Karena buat saya, anak yang belahan hati kita ini bisa diajari untuk mengerti pelan-pelan. Tentunya dengan saya ajak pelan-pelan ngobrol ya. Pokok yang penting jangan marah biar tidak ada luka di hati. 

Di postingan kali ini, saya mau sharing tentang manajemen marah diri yang sebenarnya tidak bagus-bagus amat. Cuma saya yakin, semua orang tua ingin anaknya selalu mengingat nostalgia yang indah sampai dia besar nanti. Materi parenting 'Ibu Jangan Marah' ini pernah saya sharing di grup telegram Gabag Indonesia. Cekidot!.

Ketika Ibu Terlanjur Marah


Kadang jadi ibu itu capek banget ya, anak kayak tidak ngerti sayanya lagi capek atau bete. Masih aja tetap ingin apa gitu. Iya sih awal-awal diikuti terus, tapi perasaan hati kan tidak selalu lurus. Kadang kita namanya manusia kalau capek aja emosi biasanya cepat muncul. Iya, tenang saya juga kok. 

Tapi tahu tidak, biasanya kalau saya lagi marah. Habis bete ya, nanti pas anak lagi tidur minta maaf karena khilaf. Eaaaak, hayo siapa yang kayak gitu juga? Tos hahahha. Cuma yaaa jangan khilaf terus-terusan. Kasihan anaknya mending kita sendiri yang bisa mengendalikan diri sendiri. 

Namun lagi-lagi kita kan manusia ya. Kalau misalnya terlanjur marah, apa yang harus saya lakukan? Menyesal kan nanti jeda waktunya masih lama, tapi ketika marah kadang manusia itu lupa dan khilaf. Kalau khilafnya hanya sebatas marah dikit saja sih tidak apa-apa, tapi kalau sampai melukai fisik atau hati anak kan kasihan.

Mereka hanya anak kecil yang sedang belajar di masa tumbuh kembangnya loh!. Malah harusnya kita sebagai orang tua harus bisa terus membersamai dengan baik tanpa amarah. Misalnya kita dulu pernah mengalami dimarahi sama orang tua, cukup sampai di situ saja jangan dilanjut rantainya pada anak kita.

Jangan loh ya!.
ketika ibu terlanjur marah
Terus gimana kalau sudah terlanjur marah? Yang pasti kendalikan diri sendiri dan jangan memaksakan untuk ngobrol langsung saat itu juga. Tidak ada salahnya memberikan jeda waktu pada hati dan pikiran kita, sehingga hidup tenang kembali. 

Setelah jeda tersebut, waktunya ditentukan kita sendiri berapa lamanya. Cuma ya plisss jangan kelamaan juga, karena kasihan anak harus menunggu lama melihat Ibunya tersenyum lagi. Nah, kalau dirasa cukup waktunya bisa mencoba untuk meminta maaf pada anak. Nanti anak mungkin masih takut atau sedih, tapi dengan Ibu memperlakukannya sesayang seperti dulu pasti dia akan mencoba meminta maaf juga. Ingat, ajarkan maaf, tolong dan terima kasih ya!. 

Sampaikan dengan baik niat kita untuk mendekati dan meminta maaf. Biasanya kalau begini suka pelukan deh akhirnya!. Lalu jangan lupa dengarkan anak ya apa yang dia mau, dia rasakan, dan dia inginkan. Agar kita tahu perasaan anak juga.
 
Pokoknya ya lupakan tentang 'menyalahkan' inner child masa lalu, kenapa kita marah lalu 'balas dendam' ikut marah pada anak. Stop sampai diri kita sendiri, misalnya kita memiliki nostalgia yang kurang baik. 
cara benar agar tidak marah

Sebenarnya, bagaimana caranya agar kita tidak marah? Gampang loh! Ya jangan marah heheheh. Bener-bener cara yang mudah dan sesyuatu dalam penerapannya 😘. Karena ingat sebenarnya ini bukan tentang anak-anak yang buat kita marah, tapi kita yang mudah marah sama anak-anak. Iya, kitanya memang yang harus lebih bisa menahan emosi ya. 

Jadi exhale inhale ya buibu🥰. Karena memang akan banyak kejadian mudah stress dan emosi saat memiliki anak itu. Jadi harus dihadapi dan terus-terus diminimalisir agar tidak terus bergulir. Karena tahu tidak kalau misalnya kitanya stres, marah dan emosi itu pasti akan kita hadapi sampai anak gede dengan tingkatan masing-masing. Iya, sesuai usianya juga jadi tinggal kita mengendalikan amarah sendiri😄.

3 Cara Saya Agar Tidak Marah Lagi


Jadi gimana biar tidak marah lagi?. Tenang ada banyak cara loh sebenarnya. Tidak perlu pasang wajah senyum terus-menerus. Karena sebenarnya anak-anak itu tahu kalau kita (Ibunya) lagi marah padahal ekspresinya si Ibu senyum? Pasang muka serius tapi bukan ekspresi marah ya. Beda!.

Iya dulu pas bayi cukup digendong, lah ternyata manajemen emosi ini ngaruh banget sama tumbuh kembang anak.  Apalagi dulu saya sempat berpikir, kalau anak-anak sudah besar perasaan marah sama anak akan berhenti. Tentu tydack!.

Yang ada anak akan makin pintar saat ditegur bisa ngeles dll. Karena semakin besar anak, maka semakin besar daya pikir anak. Saya harus terus cari cara bagaimana agar anak nyaman dan sayanya tidak marah. Semua bisa dinikmati, apalagi kalau kita healing atau me time!.

Iyes, saya punya cara sendiri dalam manajemen pengendalian emosi dalam ciri. Jadinya tidak marah lagi sama anak. Berikut cara saya menghilangkan amarah dengan cepat dan efektif.

Jadi ada tiga cara saya agar Ibu tidak marah lagi. Pokoknya tiga kegiatan ini me time saya banget selama ini. Mau tahu apa saja?. Makan, tidur dan ngetik. Eh beneran? Beneran!. Saya tidak perlu dibelanjain apa pun, tapi asal tiga kegiatan ini saya lakukan aman dan jadi lebih tenang. 

Nah ngomong-ngomong menulis atau ngetik kalau di komputer, ini memang jalan ninja saya agar bisa menghilangkan amarah. Bukan hanya amarah, rasa sedih, takut, bete, senang jadi satu. Jadi kegiatan menulis buat saya itu memang buat happy. Serius!.

Saking seriusnya, hampir semua cerita kehidupan saya mau suka duka ditulis di blog ini dan di blog utama di echaimutenan.com. Mulai dari cerita lucunya kucing syaa, nikah, lahiran, parenting anak-anak sampai lain-lain semua ada di blog. Kalau baca-baca lucu loh, seru saja waaah ini ternyata saya dulu begini ya saya begitu ya.

Iya menjaga keseimbangan diri dan mental health saya ini pakai blog memang. Bikin healing dan bikin kembali mood. Bahkan sampai sekarang kalau saya mau cari apa gitu, pasti gugling atau cari dulu di blog sendiri. Foto-foto anak pun sama, nyarinya wes di blog saja lucu-lucu.  

Termasuk postingan kalau saya lagi marah, sedih, kesal, duka semua ada di blog. Tapi karena saya sudah mencurahkan apa yang sudah saya alami lebih nyaman dan tenang rasanya hati.

Jadi kembali ke marah, kalau saya lagi marah langsung buru-buru mencoba salah satu dari ketiga hal itu makan, tidur atau ngetik. Meski kadang butuh ketiganya sebagai satu paket agar marah ini reda. Dan masa jeda sebentar sama anak ketika saya lagi marah ini jadi lebih tersalurkan dan lebih tenang setelahnya.

Ada yang sama juga ngelakuin 3 kegiatan itu biar tidak bete dan marah lagi? Kalau ada toss lah kita sama. Hehehe, apalagi menulis yang akhirnya menjadikan saya seorang blogger seperti saat ini. Mari kita bangun mental health anak dan diri sendiri lebih baik dengan meinimalisir amarah yang percuma terbuang. Betul tidak?.

Sekian dulu materi 'Ibu Jangan Marah' dan cara mengatasinya seperti makan, tidur serta menulis agar tetap seimbang mental health yang baik. Jangan lakukan lagi amarah, perlahan minimalisir agar tidak terus membuat luka pada hati anak. Saya takin ibu-ibu yang baca tulisan ini bisa dan pasti semangat bisa.

Putuskan rantai amarah ibu dan peluk anak kita lagi yuk malam ini. Lalu minta maaf kalau kita hari ini marah sama dia dan katakan kalau kita sayang padanya. Selamat mencoba tips dari saya, semoga bermanfaat ya. 

Kalau ingin mendapat materi seputar parenting, ibu hamil dan menyusui, boleh loh gabung di telegrup Gabag Indonesia. Selamat mempraktikkan ya!.


Related Posts

Posting Komentar