Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Posting Komentar

Di timur pulau Jawa, ada sebuah kabupaten nan indah dengan kekayaan alam yang melimpah. Adalah Banyuwangi, kabupaten yang memiliki luas 5.782 km² ini ternyata punya hasil bumi yang terkenal yaitu buah naga atau nama latinnya Hylocereus polyrhizus.

Berkat tanah subur yang ada di Banyuwangi, produksi buah naga sangat besar. Bayangkan saja jumlahnya mencapai lebih dari 82.000 ton per tahun, tidak heran kalau Banyuwangi menjadi pemasok terbesar buah naga di Indonesia. Namun, dengan sejuta manfaat buah naga membuat harganya termasuk mahal dan penjualan serta pendistribusiannya juga kurang optimal selama ini.

Di tahun 2019, petani buah naga banyak yang merugi. Bahkan banyak yang membuang hasil panen ke sungai. Bukan hanya kualitas produknya saja yang kurang baik, tapi juga harga jual yang rendah saat itu banyak membuat petani buah naga semakin terpuruk.

Manifestasi DSA Banyuwangi yang Merupakan Program CSR Astra

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Hal ini yang akhirnya menginisiasi Astra untuk membina DSA (Desa Sejahtera Astra) Banyuwangi dengan membenahi kualitas buah naga petani dari hulu hingga hilir. DSA Banyuwangi menaungi 15 desa di Banyuwangi dengan difasilitasi oleh perusahaan eksportir PT Nusa tropical Indonesia (Nusa Fresh) dan aggregator Nusa Berdaya Indonesia.

Di Desa Sejahtera Astra Banyuwangi, Astra Indonesia memiliki program utama yaitu untuk meningkatkan kualitas komoditas pertanian menuju pasar ekspor. Dengan fokus kepada pemberdayaan, pembinaan serta pendampingan bagi masyarakat pedesaan berbasis komunitas. Walau produk utama memang buah naga, namun beberapa komoditas pertanian lain seperti rempah-rempah dan buah lain juga menjadi perhatian Astra di DSA Banyuwangi ini.

Astra hadir di Banyuwangi sudah sejak tahun 2020 untuk membenahi kualitas buah naga para petani, mulai dari membenahi lahan, peningkatan kualitas pasca panen, peningkatan kapasitas SDM hingga pendampingan ke pangsa pasar ekspor. Tim DSA Banyuwangi Astra juga terjun langsung mulai dari cek lahan, negosiasi dengan petani hingga pengiriman dan buah naga siap dikonsumsi konsumen.

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Astra berharap bisa terus mendampingi para petani buah naga, apalagi kegiatan ini memang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menurunkan angka kemiskinan, terutama di kabupaten Banyuwangi.

Pendampingan Menyeluruh pada Program DSA Banyuwangi

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Tim DSA Banyuwangi terus-menerus memberikan pelatihan, pendampingan sebelum dan sesudah panen, hingga membantu distribusi pemasaran. Hasil budidaya pertanian buah naga pun bisa lebih maksimal berkat binaan Astra ini.

Tidak jarang, para petani buah naga dikumpulkan untuk membahas seputar peningkatan kualitas buah naga. Meski awal-awal memang tidak banyak petani yang ikut serta, namun berkat kegigihan DSA Banyuwangi Astra saat ini petani buah naga di 15 desa juga turut berperan aktif.

Dengan pembinaan menyeluruh on farm dan off farm, tim DSA Banyuwangi mulai meningkatkan hasil produksi dan harga jual buah naga. Bahkan di tahun 2022, Astra memberikan donasi berupa alat fruit dehydrator, panel surya dan perangkat insect trap senilai Rp200 juta yang diberikan langsung kepada kelompok tani.

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Komoditas pertanian lain selain buah naga pun juga mulai ikut ditingkatkan. Produksi pertanian membuahkan hasil optimal dan dapat diserap pasar dengan baik. Hal ini sangat berdampak pada kesejahteraan petani dan masyarakat dalam banyak hal, termasuk di bidang ekonomi yang semakin membaik.

DSA Banyuwangi Meraih Juara pada KBA DSA Innovation 2021 Kategori Pertanian


Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Berkat kerja keras dan dukungan banyak pihak, DSA Banyuwangi berhasil mengembalikan harkat martabat petani buah naga yang sempat terpuruk oleh harga jual yang jatuh tahun 2019. Selain itu, pembinaan ini juga meningkatkan produksi buah naga dan meningkatkan nilai harga jual.

Kerja sama dan gotong royong 15 desa binaan DSA Banyuwangi ini juga berhasil menjadi salah satu juara pada KBA DSA INNOVATION 2021 pada kategori Pertanian. Melalui program sejuta perangkap lalat buah, DSA Banyuwangi membuktikan kalau inovasinya dapat meningkatkan kualitas buah naga hingga tercapai standar ekspor.

Lalat buah yang sering merusak kualitas buah naga ini dibuatkan perangkap pada botol bekas yang sudah diberikan cairan khusus. Untuk membuat para petani ikut serta dalam mensukseskan program tersebut, para petani akan menerima kompensasi sebesar Rp1000 tiap botol yang terpasang.

Akhirnya bukan hanya hama lalat buah saja yang berkurang, tapi juga sampah plastik dari botol bekas di desa. Kualitas buah naga pun semakin baik jadinya, sehingga dapat harga jual tinggi di pasar.

Sinergi Maksimal Demi Buah Naga Banyuwangi

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Program DSA Banyuwangi Astra ini pun mendapat perhatian banyak pihak. Akhirnya terjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, civitas akademika, serta masyarakat binaan bisa sejalan hingga saat ini.

Seperti pada 20 November 2022, tim DSA Banyuwangi menandatangani nota kerjasama dengan Kelompok Tani Tunas Sejahtera. Dimana tim DSA Banyuwangi akan membantu peningkatan kuantitas dan kualitas mutu produk, serta akan memfasilitasi pemasaran produk buah naga hasil dari petani.

Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bersama para petani binaan juga pernah melakukan pengecekan proses uji simpan yang dilakukan hampir 2 bulan lamanya bersama-sama. Proses ini dilakukan agar buah naga bisa bertahan lebih lama, sehingga saat proses ekspor tetap segar.

Bukan hanya itu, DSA Banyuwangi juga menggandeng partner sebanyak mungkin termasuk eksportir di Banyuwangi dan Jakarta. Nusa Fresh rekanan Astra juga bertugas membeli hasil panen petani Buah Naga dan memasarkannya hingga Asia dan Eropa.

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Bahkan saat acara pelepasan ekspor buah naga di tahun 2022, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestyandani hadir langsung. Apalagi pemerintah akan sangat bangga dengan hasil bumi buah naga yang bisa membawa nama Banyuwangi di kancah internasional dan semakin banyak bisa terserap di pasar ekspor.

Buah Naga Banyuwangi Menjelajah Dunia

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Andil Desa Sejahtera Astra Banyuwangi yang merupakan kegiatan pembinaan dari PT. Astra International Tbk. untuk masyarakat Banyuwangi ini pun berupaya agar buah tropis, khususnya buah naga, bisa masuk ke pasar ekspor. Dengan meningkatnya produksi buah naga yang semakin bagus di desa binaan Astra, mutu kualitas ekspor pun dapat tercapai.

Untuk di Banyuwangi, Nusa Fresh sebuah perusahaan ekspor yang ditunjuk oleh Astra membeli hasil panen petani buah naga dan memasarkannya hingga Asia dan Eropa. Impian untuk memasarkan buah naga hingga keluar negeri pun terlaksana dengan baik.

Berkat kolaborasi yang terjalin baik selama ini, di tahun 2022 DSA Banyuwangi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Desa PDTT mengekspor buah naga organik berkualitas dengan total nilai sebesar Rp1,8 Miliar ke sejumlah negara Eropa dan Singapura.

Buah naga Banyuwangi pun sekarang sudah sesuai standar ekspor, sehingga sudah bisa bersaing secara global dan dapat memenuhi permintaan pasar dari luar negeri. Produksi yang besar, kualitas baik, harga jual yang tinggi serta didukung dengan pemasaran global akan membuat buah naga dari Banyuwangi semakin dikenal banyak orang di seluruh dunia.

Menduniakan Buah Naga dari Timur Pulau Jawa

Komitmen dan kerja keras banyak pihak di DSA Banyuwangi ini pun terbayar dengan baik. Banyuwangi menjadi pemasok terbesar buah naga dengan kualitas baik. Di masa depan, DSA Banyuwangi berharap agar kerja sama untuk komoditas pertanian Banyuwangi ini terus berlanjut tentunya dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Mari terus majukan buah naga dari Banyuwangi dengan #SemangatUntukHariIniDanMasaDepanIndonesia karena #KitaSATUIndonesia.

Related Posts

Posting Komentar