Indahnya Artikel yang Dibayar

 artikel organik dan berbayar

Kalau boleh milih, mau artikel hohorean atau artikel hore dibayar kalau kita mau ngomongin tentang monetize or santuy blog? Kalau saya sekarang jujur nih jujur, ya maunya saya tetep hohorean tapi teh dibayar. Atuhlah sapa yang tidak mau.

Buat yang sering baca blogku pasti tahu, saya itu di awal postingan blog pasti isinya curhat panjang pula baru ke menu inti yang mau disampaikan sambil dihubung-hubungkan gitu padahal kadang ya teu nyambung-nyambung acan wkwkkw.

Pernah saya di suruh review suatu komunitas, setelah ngasih draft minta dipangkas dong tulisan curcol hohorean ala saya tea. Aihhh, kesel sebenarnya, padahal saya biasanya kalau satu blogpost hampir tidak pernah kurang dari 750. Rata-rata 900- sereboan. Wih panjang, Cha? Ya iyalah curhatnya aja bisa 300-400 kata sendiri. Kok bisa, Cha? Ya seneng aja, gimana dong?

Bisa curcol di postingan berbayar ada privilege dari blogger kok. Ya gimana nggak? Kan blogger emang kerjanya nulis curhatan atau menulis sesuai dia pribadi pengalamannya kek mana. Kalau semua isinya spinner ya buat apa atuh punya blog? Masak kita berhadapan sama spinner artikel HAH GITU AJA yang sering kejadian di CP CP CP budget rendah. Tapi kadang ada ya sih bukan CP juga budget kecil *eh gimana. Sering malah *eh apa ini.

Indahnya artikel yang dibayar itu jelas blogger yang diuntungkan. Artikel boleh haha hihi semaunya eeeh malah bisa banget dapat duit, siapa yang seneng hayooo? Cuan beb cuan beb, you makan kudu ada cuan beb. Tidak cuma bisa mangap langsung kenyang beb.

Intinya, artikel yang dibayar itu menyenangkan kok. Saya bisa bayar SPP, beli makan sekeluarga besar banget, bisa beli skincare, bisa nabung dan bisa bisa bisa lainnya. Jadi jangan bingung masalah artikel ini dan jangan sesekali julidin yang artikelnya bisa dapat cuan. Percayalah yang belum monetize semua akan monetize pada akhirnya :"). Believe Allah, saya pernah begitu alur ngebloggingnya hehehe.

Artikel yang dibayar atau tidak sebenarnya cuma 1 kuncinya agar kepuasan ngeblognya terpenuhi, yaitu tulisannya dari hati. Saya beberapa kali pernah tidak dari hati nulisnya tentang produk, tapi saya combine sama curcolan puaaaanjang saya di awal postingan yang paling tidak saat orang yang membaca walau tahu saya itu tidak nyambung-nyambung banget sama produk yang direview bisa ikut larut saat membaca.

Ya masak seh wes nulise ga nyambung curcolane yo ga ada, buat apa kamu nulis? HAH HAH HAH! Jadi saran saya sebagai orang yang ngeblog lumayan lama tapi ya gitu gitu aja wkwkwk, tulisalah dari hati. Mau dibayar atau tidak tulislah dari hati, walau lebih baik tulis dari hati tapi dibayar akan lebih indah lagi hatinya mekar mewangi sepanjang hari.

Iya, baca lagi tulisanmu sebenarnya aku nulis apaan seh, nyambung kagak ya, dari hati gak ya, yang baca ngerti kagak ya? Karena kepuasan itu kita bisa curhat di postingan yang dibayar dan orang tahu apa maksud inti tulisan kita. Hei kita itu penulis loh, mosok buat orang makin bingung. Kesian brandnya mau minta tulisan bagus malah mbingungi wkwkkw. 

Tapi pilihannnya ya sendiri-sendiri ya karena blog ya masing-masing. Yang pasti indahnya artikel yang dibayar itu, jasmani rohani :p. Selamat menulis dari hati.

Komentar

  1. Mampir pertamax ke blog barunya Echa! ☺️
    Iya sih, setuju, mau berbayar atau gak, tetep harus satu kuncinya, kudu pake hati nulisnya. Krn biar pembaca juga enak bacanya ya. Dan aku pembaca setia blogmu cha 😊

    BalasHapus

Posting Komentar