Menu Buka Puasa Praktis Keluarga Saya

menu buka puasa praktis

Ihiyyy, sudah hari ke-3 puasa, alhamdulillah anak-anak juga lancar puasanya sampai maghrib tanpa tanya udah jam berapa dan berapa jam lagi berbuka puasa. Senang lihatnya, karena Raffi Raffa sudah bisa berpuasa dengan baik dua hari ini. Amalan lain seperti tarawih dan mengaji juga mereka lakukan. Alhamdulillah.

Sebagai keluarga besar, mau tidak mau sebenarnya kami harus masak. Sayangnya adakalanya kadang saya dan suami tidak ada waktu untuk memasak. Ya macam-macam alasannya, kadang sibuk atau tidak sempat sih yang sering. Jadi kadang butuh menu yang praktik untuk berbuka puasa. Seringnya kami memang beli makanan di luar, ini jadi kayak kebiasaan mengingat dulu kami memang hampir tidak sempat masak. Jadi dulu kami kateringan untuk menu siang dan beli makan di luar untuk menu malam, sedangkan masak praktis seperti telur, tahu atau tempe yang biasa jadi menu sarapan sehari-hari.

Ya waktu itu karena berasa dikejar waktu sih ya apalagi saat bekerja, dengan waktu istirahat yang tidak cukup ternyata harus mengolah di dapur. Demi kewarasan, saya dan suami dulu memilih jalan katering dan beli makan di luar. Kecuali sabtu minggu kantor libur baru masak deh seadanyapun itu hehehehe.

Kebiasaan seperti itu ternyata jadi terus berlanjut hingga sekarang loh! Walau anggota keluarga kami tambah banyak, beli itu sering jadi pilihan bersama untuk menu sehari-hari. Kadang nyetok memang, cuma ya gak bisa maksain papih atau saya kudu masak mulu kan? Yang penting kalau nasi kami selalu ada, jadi tinggal beli lauk.

Hal ini pun terjadi pada waktu puasa. Saya dan suami sebenarnya dari dulu memang menu buka puasa ya sama saja sama hari-hari sebelumnya. Kalau ga masak gampang ya beli. Karena hidup itu jangan dibikin susah *eh.

Jadi kalau kalian mencari menu buka puasa mudah di postingan ini beserta step-stepnya ya jangan bingung ya, karena nyari pun kalian tidak akan nemu. Ya gimana mau nemu secara eike ama suami saja jarang masak.

Menu kami ya yang gampang-gampang, kayak menu sahur itu telur, tahu, atau tempe dan kalau di menu buka puasa ya kalau tidak beli ya masak sebisanya Papih saja wkwkwk. Jadi semua sama seperti hari-hari sebelumnya, yang beda hanya kita ada di bulan Ramadan.

Ingat, jangan terlalu ribut sama menu puasa yang harus wah, mewah, masak sendiri dll. Karena sesungguhnya Allah itu dengan puasa mengajarkan kita untuk memaknainya bukan dengan masak menu apa atau mau beli baju lebaran apa*eh gimana. 

Lakukan seperti biasa, insyaAllah anak dan keluarga juga tidak akan pusing minta makanan macam-macam. Allah memudahkan kita untuk sederhana lewat amalan puasa apalagi sebulan lamanya di bulan Ramadan. Jadi, lakukan seperti biasa saja dan jangan mempersulit diri untuk harus memasak ini itu yang nanti jadi setrressss. Santai saja, yang penting semua terpenuhi ya nggak? Allah selalu mengerti umatNya.

So, kalau kalian cari menu buka puasa di sini ya pasti tidak ada. Karena saya sendiri seringnya beli, kalau praktis ya paling olahan tempe, telur, tahu dan ayam goreng. Itu saja hehehe. Brw, jadi kepikiran beli air fryer. Apa beli aja biar enak? Wkwkwk. 

Tapi setelah baca tulisan saya ini yang seneng masak ya silakan masak ya buat sekeluarga. Tiap orang kan tahu kondisi keluarga masing-masing. Yang penting masak atau tidak, semoga puasanya lancar sebulan ini. Dan berkah Allah didapet! 

Semangat dan bismillah!

Komentar

  1. Salam kenal, Mbak. Membaca postingan ini saya jadi gak merasa sendirian. Karena saya pun, puasa atau gak puasa, seringnya beli untuk urusan makanan di rumah.

    Dulu, awal nikah, saya mikirnya kalau bulan puasa itu waktunya eksperimen bikin kue ini, bikin lauk itu, tapi makin ke sini alhamdulillah dapat referensi yang justru mengatakan kalau hal semacam itu harus dikoreksi.

    Mungkin karena euforia jadi istri/ibu ya Mbak, merasa ideal kalau masak bisa sendiri. Padahal bukan suatu kewajiban juga. Yang penting bisa menyajikannya aja udah cukup. Masalah makanannya beli atau bikin no problem :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. tosss mbaaa tenang aja ga usah g pede. ga bisa kita generalisir ibu itu harus pakem. santayyy hihi. yang pasti kita ibu dari anak-anak kita jadi tahu yang terbaik buat keluarga <3.

      selamat Ramadan mbaaa makasih dah mampir <3

      Hapus

Posting Komentar